
Bidang Perindustrian melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi terhadap Industri Kecil dan Menengah (IKM) Sabut Kelapa di Kelurahan Saloloang dan Tempurung Kelapa di Kelurahan Tanjung Tengah, pada hari Senin (19/01/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk melihat secara langsung perkembangan usaha, proses produksi, serta kendala yang dihadapi oleh pelaku IKM di lapangan.
Sentra Sabut Kelapa yang dikelola oleh Ibu Rusni memproduksi berbagai olahan berbahan dasar sabut kelapa seperti cocopeat, cocofiber, serta aneka kerajinan diantaranya yaitu keset, karpet, vas bunga, keranjang, dan pot anggrek. Produk-produk tersebut tidak hanya dipasarkan secara lokal, namun juga telah menembus pasar ekspor ke berbagai negara. Beberapa kendala yang ditemukan selama monitoring, di antaranya mesin press sabut kelapa yang mengalami gangguan serta mesin penggiling yang memerlukan perbaikan agar dapat menghasilkan tekstur yang lebih halus dan berkualitas.
Adapun Ketua Kelompok IKM Tempurung Kelapa menyampaikan bahwa bantuan alat yang telah diberikan oleh Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan waktu dan kesibukan pribadi anggota kelompok. Kelompok IKM juga mengusulkan adanya pemindahan lokasi alat produksi agar proses produksi dapat berjalan lebih efisien dan leluasa, serta agar tidak mengganggu kegiatan operasional kelurahan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pembinaan dan pendampingan dari Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing IKM, meningkatkan nilai tambah produk, serta memberikan kontribusi yang signifikan bagi pertumbuhan perekonomian daerah.


